Ayam

Memilah Posisi Peternakan Ayam

Memilah Posisi Peternakan Ayam

Memilah Posisi Peternakan Ayam – Tidak hanya berperan melindungi ayam dari pengaruh cuaca, kandang pula berperan buat menghindakan ayam dari kendala manusia serta fauna. Kandang diharapkan membagikan kenyamanan pada ayam yang dipelihara sehingga ayam juga bisa membagikan hasil yang memuaskan untuk pemeliharanya.

Memilah Posisi Buat Peternakan Ayam

Posisi peternakan ayam hendaknya diseleksi dengan memikirkan factor area berkembang ayam serta factor area dekat. Area dekat meliputi lngkungan raga( bangunan, kandang, serta peralatannya), social( interaksi antaryam di dalam kandang, interaksi peternak dengan ayam, interaksi peternak dengan warga), serta area ternak( kondisi dalam kandang dengan gejala temperatur, kelembapan, serta ventilasi yang aman untuk ayam). Sebagian perihal yang wajib dipertimbangkan dalam pemilihan posisi peternakan ayam merupakan bagaikan berikut.

Jarak

Peternakan ayam petelur ataupun pedaging komersial tidak boleh berjarak kurang dari 1 kilometer dari industri peternakan ayam bibit serta 250 meter dari industri ayam petelur komersial ataupun ayam pedaging komersial yang lain.

Lokasi

Peternakan ayam hendaknya tidak terletak di tempat bising supaya ayam tidak tekanan pikiran. Peternakan hendaknya jauh dari pemukiman penduduk serta bukan di wilayah cekungan supaya aliran hawa bisa optimal.

Kemudahan Transportasi

Peternakan ayam hendaknya terletak di posisi yang mempunyai kemudahan transportasi, baik buat mengangkat fasilitas penciptaan( paling utama pakan) ataupun buat mengangkat hasil penciptaan( ayam serta telur).

Sumber Air

Sumber air yang baik kualitasnya serta memadai ataupun gampang didapatkan jadi perihal yang pula wajib dipertimbangkan dalam memilah posisi peternakan ayam.

Sejarah Ternak Domba Di Indonesia

Jika menelisik lebih jauh lagi, ternyata masalah amonia di peternakan telah menjadi isu dunia sejak lama. Laporan yang dirilis oleh Watch Magazine (2009) menyatakan bahwa sektor peternakan bertanggung jawab atas 51% kejadian pemanasan global (global warming) dunia, di mana salah satunya disebabkan oleh cemaran gas amonia. Selain itu, sektor peternakan juga dilaporkan ikut menyumbang sekitar 64% gas amonia dari total amonia yang ada di atmosfer. Dan dari sekian banyak usaha peternakan, ternyata peternakan unggas berada di peringkat kedua terbesar penyumbang gas amonia.

Selain ikut berpartisipasi menyebabkan pemanasan global, sebagian besar dari kita tahu bahwa gas amonia mempunyai daya iritasi tinggi bagi ternak, terutama ternak ayam, sehingga bisa memicu infeksi penyakit pernapasan dan menurunkan produktivitas ternak. Beberapa pengaruh gas amonia

Dampak negatif lain yang bisa ditimbulkan oleh cemaran gas amonia, antara lain:

Mengganggu mekanisme pertahanan pada saluran pernapasan ayam

Pada level 20 ppm, amonia bisa mengakibatkan siliostasis (terhentinya gerakan silia atau bulu getar) dan desiliosis (kerusakan silia), dan akhirnya merusak mukosa saluran pernapasan ayam. Akibatnya, ayam mudah terserang penyakit pernapasan karena silia dan mukosa saluran pernapasan merupakan gerbang pertahanan pertama yang dimiliki ayam. Hal senada dilaporkan oleh Miles (2002) bahwa ayam-ayam yang terpapar amonia selama masa brooding menjadi rentan terserang penyakit ND dan lebih sulit melawan infestasi bakteri E. coli di saluran pernapasan karena rusaknya silia dan mukosa di lokasi tersebut.

Membuat ayam mengalami hipoksia

Gas amonia bersama dengan gas CO2 yang terbentuk akan mengakibatkan tekanan gas O2 dalam udara sekitar ayam menurun, sehingga ayam mengalami kekurangan oksigen (hipoksia). Kondisi inilah yang akhirnya membuat permukaan saluran pernapasan ayam bersifat anaerob (tekanan oksigen rendah) dan bakteri Mycoplasma senang tinggal di lokasi tersebut. Akibatnya ayam sangat mudah terserang CRD (ngorok) berkali-kali. Saat ayam terserang CRD, maka tubuhnya pun menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit lain. Hal ini karena serangan CRD dapat menyebabkan kerusakan silia dan mukosa saluran pernapasan yang berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit. Jadi dengan tidak berfungsinya silia dan mukosa akibat CRD, bibit penyakit lain akan mudah masuk ke dalam tubuh ayam. Maka dari itu, di lapangan CRD jarang ditemui dalam keadaan murni, alias kerap berkolaborasi dengan penyakit lain. Yang paling sering adalah berkolaborasi dengan colibacillosis atau lebih dikenal dengan CRD kompleks. Di sinilah masalah serius muncul. Kasus CRD kompleks bisa memicu mortalitas hingga angka 10-15%, atau bahkan bisa mencapai 20%. Sementara pada CRD murni, kematian yang ditimbulkan terbilang rendah, sekitar 5% atau bahkan tidak ada.

Beda Kambing dan Domba

Mengganggu pembentukan kerangka tubuh dan kerabang telur

Menurut Summers (1993), gas amonia dengan kadar >30 ppm dapat mengakibatkan kondisi alkalosis (pH cairan tubuh, termasuk cairan plasma darah bersifat basa) pada ayam. Jika plasma darah bersifat basa, maka sebagian besar protein plasma akan mengikat ion kalsium darah (yang sebelumnya berupa ion bebas yang akan disimpan dalam jaringan tulang dan saluran telur (oviduct)). Akibatnya, pembentukan tulang/kerangka tubuh ayam pun terganggu dan kerabang telur yang dihasilkan menjadi lebih tipis.

Selain dampak di atas, ternyata masih ada lagi dampak negatif akibat paparan gas amonia ini. Satu di antaranya ialah timbul gangguan pembentukan kekebalan tubuh, baik yang bersifat lokal maupun humoral. Kekebalan lokal (IgA) yang terdapat dalam saluran pernapasan atas, produksinya akan mengalami gangguan akibat rusaknya sel-sel epitel oleh iritasi amonia. Sedangkan kadar amonia yang tinggi dalam darah (akibat terhisap dalam jumlah besar) menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) juga mengalami gangguan (North, 1984).

Sumber Google

Related posts

Kandang Ayam Ketawa Yang Ideal Bagi Pemula

Ibnu Dwi Karsono

Proses Pembuatan Telur Ayam

Ibnu Dwi Karsono

Strategi Berbisnis Ayam Kampung

Ibnu Dwi Karsono

Leave a Comment