Artikel Ayam

Proses pembuatan telur ayam

Proses pembuatan telur ayam

Proses pembuatan telur ayam – Buat mengenali ataupun menguasai proses pembuatan telur ayam, terdapat baiknya kita memahami bagian organ reproduksi ayam betina terlebih dulu.

Ovarium serta Oviduct

Ovarium merupakan organ primer reproduksi pada betina serta salurannya dinamakan dengan Oviduct ( Feradis, 2010 ). Bagian serta guna dari Oviduct merupakan bagaikan berikut:

Infundibulum

Guna dari infudibulum merupakan buat menangkap ovum yang telah matang. Bagian ini sangat tipis serta memiliki panjang dekat 9 centimeter, Wujudnya semacam corong ataupun fimbria yang berperan buat menangkap ovum yang telah matang. Disini telur kuning berdiam dekat 15 hingga 30 menit

Magnum

Ialah saluran terpanjang dari oviduct, panjangnya dekat 33 centimeter. Ini ialah tempat terbentuknya sekresi albumen telur. Proses pertumbuhan telur dalam magnum dekat 3jam

Isthmus

Panjang isthmus dekat 10 centimeter, disini tempat terjadinya membran sel ataupun biasa kita sebut selaput kerabang lunak yang berperan buat melindungi masuknya mikroorganisme kedalam telur. Disini calon telur berdiam dekat 1,5 jam

Uterus

Panjang uterus dekat 10 centimeter hingga dengan 12 centimeter, disini tempat terbentuknya pembuatan serta penyempurnaan kerabang telur. Waktu proses ini dekat 20 jam hingga 21 jam

Vagina

Panjang Miss V dekat 12 centimeter, Telur dalam Miss V cuma tinggal sebagian menit saja. Disini telur dilapisi dengan mucus yang berperan menutup pori pori pada kerabang telur untuk menghindari peradangan bakteri

Kloaka

Ialah bagian sangat ujung dari oviduct

Proses Pembuatan telur ayam:

o Terbentuknya telur diawali dengan terjadinya kuning telur didalam ovarium,

o Ovum yang sudah matang hendak dilepaskan oleh ovarium serta ditangkap oleh Infundibulum, Kuning telur terletak dibagian ini sepanjang 15 – 30 menit tanpa terdapatnya akumulasi faktor lain

o Dari infundibulum setelah itu masuk ke bagian Magnum, disini albumen telur disekresikan. Proses ini memakan waktu dekat 3 jam

o Selanjutnya masuk ke bagian Isthmus, disini telur dibungkus oleh 2 buah selaput tipis ( membran sel ). Proses ini memakan waktu dekat 1,5 jam

o Setelah membran sel tercipta, setelah itu masuk kedalam Uterus, disini kerabang telur tercipta. Proses ini memakan waktu dekat 20 – 21 jam

o Selanjutnya telur masuk kedalam Miss V, disini cuma sebagian menit saja serta setelah itu dikeluarkan lewat kloaka.

Proses pembuatan telur ayam memerlukan waktu dekat 25 – 26 jam. Hingga dari itu ayam tidak hendak sanggup bertelur lebih dari 1 butir /hari.

Pertumbuhan Embrio ayam

Berbeda dengan mamalia, Unggas dalam perihal ini ayam hadapi pertumbuhan embrio ayam diluar tubuh induknya. Sepanjang pertumbuhan dalam telur, embrio mendapatkan santapan dari telur. Pertumbuhan embrio ayam tidak dapat dilihat, dengan mata telanjang, melainkan dengan perlengkapan yang biasa diucap ” candler ” serta prosesnya dinamakan ” candling “. Umumnya candling dicoba pada hari ke 7 serta hari ke 18 dalam inkubator ( mesin tetas ) dengan tujuan hari ke 7 ialah menseleksi telur yang infertil( tidak terdapat embrio ) serta hari ke 12 ialah menyeleksi embrio yang mati.

Dalam perkembangannya, embrio dibantu oleh kantung kuning telur, amnion, serta alantois. Bilik kantung kuning telur bisa menciptakan enzim yang berfungsi mengganti isi kuning telur sehingga gampang diserap embrio. Amnion berperan bagaikan bantal, sebaliknya alantois berperan bagaikan pembawa oksigen ke embrio, meresap zat asam dari embrio, mengambil sisa- sisa pencernaan yang ada dalam ginjal serta menyimpannya dalam alantois, dan menolong mengolah albumen. Padu temperatur serta kelembaban yang pas ataupun sempurna, anak ayam hendak menetas di hari ke 21.

Berikut ialah tahapan pertumbuhan embrio ayam dalam telur:

Hari ke 1

Wujud dini embrio pada hari awal belum nampak jelas, sel benih tumbuh jadi wujud semacam cincin dengan bagian tepinya hitam, sebaliknya bagian tengahnya agak cerah. Bagian tengah ini ialah sel benih betina yang telah dibuahi yang dinamakan zygot blastoderm.

Sehabis lebih kurang 15 menit sehabis pembuahan, mulailah terjalin pembiakan sel – sel bagian dini pertumbuhan embrio. Jadi didalam badan induk telah terjalin pertumbuhan embrio.

Hari ke 2

Wujud dini embrio hari kedua mulai nampak jelas. Pada usia ini telah nampak primitive streake – sesuatu wujud memanjang dari pusat blastoderm – yang nanti hendak tumbuh jadi embrio. Pada blastoderm ada garis – garis corak merah yang ialah petunjuk mulainya sistem perputaran darah.

Hari ke 3

Pada hari ke 3 jantung telah mulai tercipta serta berdenyut dan wujud embrio telah mulai nampak. Dengan memakai perlengkapan spesial semacam mikroskop gelembung bisa dilihat gelembung bening, kantung amnion, serta dini pertumbuhan alantois. Gelembung – gelembung bening tersebut nantinya hendak jadi otak. Sedangkan kantong amnion yang berisi cairan corak putih berperan melindungi embrio dari goncangan serta membuat embrio bergerak leluasa.

Hari ke 4

Pada hari ke 4 mata telah mulai nampak. Mata tersebut nampak bagaikan bercak hitam yang terletak disebelah kanan jantung. Tidak hanya itu jantung telah membengkak. Dengan memakai mikroskop, bisa dilihat otaknya. Otak ini dibagi jadi 3 bagian, ialah otak depan, otak tengah serta otak balik.

Hari ke 5

Pada hari ke 5 embrio telah mulai nampak lebih jelas. Kuncup- kuncup anggota tubuh telah mulai tercipta. Ekor serta kepala embrio telah bersebelahan, dalam fase ini sudah terjalin pertumbuhan perlengkapan reproduksi

Hari ke 6

Pada hari ke 6 anggota tubuh telah mulai tercipta. Mata telah nampak menonjol, rongga dada telah mulai tumbuh serta jantung telah membengkak. Tidak hanya itu, bisa dilihat otak, amnion serta alantois, kantong kuning telur, seta paruhnya.

Hari ke 7

Pada hari ke 7 paruh anak ayam telah nampak semacam bercak hitam pada dasar mata. Pada fase ini otak serta leher telah terbentuk

Hari ke 8

Pada hari ke 8 mata dari embrio telah nampak sangat jelas

Hari ke 9

Pada hari ke 9 lipatan serta pembuluh darah telah mulai meningkat banyak serta tercipta jari kaki

Hari ke 10

Pada hari ke 10 umumnya paruh telah mulai membeku serta folikel bulu embrio telah mulai terbentuk

Hari ke 11

Pada hari ke 11 embrio telah nampak semacam ayam. Pada fase ini embrio jadi tambah besar sehingga yolk hendak menyusut

Hari ke 12

Pada hari ke 12 embrio telah terus menjadi besar serta mulai masuk ke yolk sehingga yolk jadi terus menjadi kecil. Mata telah mulai membuka serta kuping telah terbentuk

Hari ke 13

Pada hari ke 13 sisik serta cakar embrio telah mulai nampak sangat jelas.

Hari ke 14

Pada hari ke 14 punggung embrio telah nampak melengkung ataupun meringkuk serta bulu nyaris menutupi segala badannya.

Hari ke 15

Pada hari ke 15 kepala embrio telah menuju kebagian tumpul bagian telur.

Hari ke 16

Pada hari ke 16 embrio telah mengambil posisi yang baik didalam kerabang. Sisik, cakar serta paruh telah terus menjadi mengeras

Hari ke 17

Pada hari ke 17 paruh embrio telah membalik ke atas

Hari ke 18

Pada hari ke 18 embrio telah nampak jelas semacam ayam hendak mempersiapkan diri hendak menetas. Jari kaki, sayap, serta bulunya tumbuh dengan baik.

Hari ke 19

Pada hari ke 19 paruh ayam telah siap mematuk serta menusuk selaput kerabang dalam.

Hari ke 20

Pada hari ke 20 kantung kuning telur telah masuk seluruhnya kedalam rongga perut. Embrio ayam ini nyaris menempati segala rongga di dalam telur, kecuali kantung hawa. Pada fase ini terjalin serangkaian proses penetasan yang dimulai dengan kerabang mulai terbuka. Buat membuka kerabang ini, ayam memakai paruhnya dengan metode mematuk. Terus menjadi lama, kerabang hendak terus menjadi besar membuka, sehingga ayam bisa bernafas. Pada dikala ini kelembaban wajib dicermati biar pengeringan selaput kerabang serta penempelan perut pada kerabang bisa dicegah. Berikutnya ayam memutar badannya dengan dorongan dorongan kakinya. Dengan dorongan sayapnya, pecahnya kerabang terus menjadi besar.

Hari ke 21

Dihari ke 2 puluh satu ini, ayam telah membuka kerabangnya meski belum seluruhnya. Dari kondisi ini umumnya badan ayam membutuhkan waktu sebagian jam buat keluar dari kerabang. Sehabis keluar dari kerabang, badan masih basah. Biar kering, dibutuhkan waktu sebagian jam lagi,

Related posts

Kebutuhan Vit Pada Ayam Petelur

Ibnu Dwi Karsono

Memelihara Ternak di Balik Rumah? Ini Ia Akibat Buruknya!

Ibnu Dwi Karsono

Memulai Peternakan Ayam Broiler

TernakAyam

Leave a Comment

WhatsApp us