Ayam Berita

RI Impor Bibit Induk Ayam Tidak Terkontrol, Peternak Resah

RI Impor Bibit Induk Ayam Tidak Terkontrol, Peternak Resah

RI Impor Bibit Induk Ayam Tidak Terkontrol, Peternak Resah – Para peternak skala kecil di dasar perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat ( Pinsar Indonesia ) resah dengan impor Grand Parent Stock ( GPS ) ataupun bibit induk ayam yang tidak dikendalikan.

Mereka menekan Menteri Pertanian ( Mentan ) Syahrul Yasin Limpo buat meninjau ulang alokasi impor GPS ayam broiler ataupun potong, kepada sebagian industri yang tidak penuhi syarat Permentan 32 / 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, serta Pengawasan Ayam Ras serta Telur Mengkonsumsi.

Pimpinan Universal PINSAR Indonesia Singgih Januratmoko berkata aksi wajib dicoba buat mengestimasi kelebihan pasokan yang sepanjang ini merugikan peternak.

Singgih berkata paling tidak terdapat 5 industri yang tidak ataupun belum mempunyai Rumah Pemotongan Hewan Unggas ( RPHU ) semacam yang disyaratkan oleh UU 14 / 200 serta Permentan 32 / 2017. Keadaan seperti itu yang menimbulkan gejolak di peternak mandiri sebab mereka wajib bersaing dengan industri besar di pasar becek.

” Bagaikan langkah law enforcement, Menteri Pertanian Wajib kurangi 50% jatah impor GPS kepada industri yang tidak patuh, ” kata Singgih dalam penjelasan resminya, Kamis ( 19 / 12 ).

Pada UU Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan serta Kesehatan Hewan disebutkan tiap produk hewan yang tersebar harus mempunyai sertifikat NKV ( No Kontrol Veteriner ) serta Sertifikat Halal.

Buat memperoleh kedua sertifikat tersebut hingga hewan ternak, tercantum unggas wajib disembelih di RPHU yang berstandar. Syarat itu pula diatur dalam PP Nomor 95 tahun 2012 dan Permentan Nomor 32 tahun 2018. Singgih memanglah mengakui belum seluruh industri perunggasan ataupun peternak mandiri yang melaksanakan regulasi – regulasi tersebut.

” Tetapi pada sesi dini telah wajib dicoba oleh industri integrator, minimun 20% hingga 30% dari total produksinya dipotong di RPHU sendiri, ” katanya.

Dia bilang harga ayam broiler sejauh tahun 2019 menampilkan harga masih di dasar harga pokok produksinya sehingga usaha peternak ditentukan hadapi kerugian besar.

Related posts

Mewaspadi Avian Encephalomyelitis

Ibnu Dwi Karsono

Wabah Antraks Jelang Idul Adha

Nasuha

Inilah Kasus Teknis Petenakan Ayam

Ibnu Dwi Karsono

Leave a Comment

WhatsApp us